Arsip Kategori: Lifestyle

Jangan Abaikan Bau Tak Sedap Berikut di Rumah, Risikonya Bisa Fatal

Missskarlet, Jakarta – Rumah Anda berbau tidak sedap? Seringkali bau yang tidak sedap menyebabkan pusing, mual dan sangat mengganggu karena terus menerus mengganggu indra penciuman.

Beberapa bau tidak sedap ini mungkin dianggap normal, jadi bukan masalah besar. Namun, ada banyak jenis bau yang tidak boleh diabaikan karena dapat membahayakan kesehatan atau memerlukan biaya yang mahal untuk menghilangkan sumbernya. Berikut beberapa jenis bau rumah yang mengganggu dilansir HuffPost.

Asap Dimana ada asap pasti ada api. Segera cari sumbernya jika Anda mencium bau asap, baik saat Anda sedang memasak, membakar sesuatu, atau tidak. Jangan biarkan api menyala sebelum mulai bergerak.

Telur Busuk Jika Anda mencium bau telur busuk atau belerang, bisa jadi itu adalah kebocoran gas, meskipun gas tersebut tidak berbau. Kebocoran gas dapat menyebabkan ledakan atau keracunan, jadi berhati-hatilah.

Bau limbah. Kita sering menyebutnya bau selokan, padahal tidak selalu berasal dari saluran pembuangan. Namun penyebabnya biasanya air yang tergenang dan kotor.

Bau Urine: Kamar mandi tetap berbau pesing meski tidak ada yang buang air kecil. Sambungan selang toilet mungkin retak atau putus.

Bau benda terbakar. Jika Anda mencium bau sesuatu yang terbakar, segera periksa peralatan elektronik atau peralatan yang menggunakan listrik. Masalahnya mungkin ada pada kabel atau stopkontak, dan jika dibiarkan, ada risiko korsleting dan kebakaran.

Pilihan Editor: Makanan dan Minuman Penyebab Urine Bau

Gulkarmat Jakarta Timur masih belum mengetahui penyebab kebakaran rumah di Pondok Bambu, Jakarta Timur. Baca selengkapnya

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat sebanyak 35 kejadian kebakaran TPA (LDF) sepanjang tahun 2023. Baca selengkapnya

Kebakaran tersebut diduga akibat ledakan ilegal sumur minyak di kawasan hutan lindung Takhur pada Jumat malam. Baca selengkapnya

Kebakaran menghanguskan bengkel dan rumah di Matraman dengan kerugian mencapai Rp 800 juta. Baca selengkapnya

Untuk memadamkan api di Kapuka, Suku Dinas Gulkamat mengerahkan 15 petugas pemadam kebakaran dan 75 petugas pemadam kebakaran. Baca selengkapnya

Sebuah toko di Kakunga terbakar pada Minggu pagi, menewaskan empat orang dari satu keluarga. Baca selengkapnya

Andry Wibowo yang dituduh menyebabkan kebakaran Bukit Teletubbies di Gunung Bromo divonis 2 tahun enam bulan penjara dan denda Rp3,5 miliar.

Dokumen yang diperoleh Tempo menjelaskan kronologi kejadian kebocoran di pabrik kimia PT Chandra Asri di Silegon. Baca selengkapnya

SMI, 20 tahun, diduga membakar karpet di Masjid Jami al-Falah RW. 02, Santer Jaya, mengaku tiga kali berakting. Baca selengkapnya

Tetangga korban, Manarul Hidayat mengatakan, ada 7 kepala keluarga yang terkena dampak kebakaran tersebut. Baca selengkapnya

Anak TK Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, KPAI: Perlu Perbaikan Sistem Pengasuhan Anak

Missskarlet, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Yasra Putra mengatakan, anak-anak, bahkan di usia pendidikan anak usia dini (PAUD), rentan terpapar pornografi. Ia bercerita tentang kejadian kekerasan seksual yang dilakukan anak TK terhadap temannya di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Jasra juga menekankan perlunya pendidikan karakter pada anak usia dini. Karena banyak yang meniru tingkah laku orang disekitarnya.

Menurut Jasra, kasus pelecehan seksual yang dilakukan anak berusia lima tahun bisa menjadi momen saling mengoreksi sekaligus menyoroti perlunya evaluasi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan penting anak. Kelayakan panti asuhan sebagai pencegahan utama sebelum terjadinya kekerasan seksual juga harus ditekankan.

Mengingat kasus Pekanbaru, Jasra mengingatkan pentingnya pengesahan RUU Penitipan Anak. Ia mengatakan, penting untuk memastikan anak mendapat pengasuhan yang tepat dari berbagai elemen, antara lain keluarga, keluarga besar, keluarga derajat ketiga, asuh, dan asuh.

Menurut Jasra, anak-anak harus diselamatkan dari kondisi pengasuhan yang tidak tepat sejak kecil. Ia mengatakan, kasus kekerasan seksual merupakan fenomena puncak kurangnya perhatian terhadap pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu mendukung perbaikan sistem pendidikan dan pengasuhan anak di Indonesia.

“Anak-anak bisa mencontohkan orientasi seksualnya dengan cara yang sama, artinya tidak mungkin jika anak tidak melihat perilaku yang sama, ini yang perlu dikaji untuk mengubah keadaan di sekitar anak,” kata Jasra kepada Republika.co. id- masuk , Kamis (18/1/2024).

Demi Film Pemandi Jenazah, Aghniny Haque Belajar Memandikan Mayat

JAKARTA – Agnini Haque berbagi kisah pengalaman luar biasa selama syuting film terbarunya bertajuk Pemandi Jenaza.

Dalam film horor ini, Agnini berperan sebagai Leela, putri Siti (diperankan Jennar Maesa Ayu) yang berprofesi sebagai tukang mandi mayat. Karena suatu keadaan, ia sepertinya harus melalui proses memandikan jenazah juga.

Agnini juga belajar langsung dari seorang tukang mandi mayat yang sudah bekerja selama 40 tahun sejak kecil. Dia adalah Ny. Hickmah, petugas pemakaman di pelayanan sosial. Meski usianya sudah 60 tahun, Agnini takjub dengan kemampuan Bu Hikma yang mempraktikkan cara memandikan mayat di hadapannya.

Perempuan berusia 26 tahun itu pun menyambut baik sosok Puan Hikma yang setia berkarya selama puluhan tahun. Apalagi, dalam bakti sosial tersebut, Puan Hikma harus memandikan jenazah dengan kondisi berbeda dan tanpa pendampingan keluarga.

Bu Hickmah yang memandikan jenazah dengan kondisi husnul umma hingga aneh-aneh, kata aktor bernama Agni di portal MNC di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).

Puan Hikma bersusah payah mengajari Agni cara memandikan jenazah sebelum akhirnya dikuburkan. “Semuanya diajarkan dari doa, mengukur kain kafan dengan tangan, bukan dengan bantuan meteran. Mencuci, memurnikan, dan menyelimuti,” katanya.

Bintang film KKN di Desa Penari itu mengungkapkan, dirinya memiliki keinginan untuk melihat sendiri proses memandikan jenazah yang biasa dilakukan Puan Hikma. Sayangnya ibu Agni melarangnya.

“Sebenarnya saya sangat ingin melihat apa yang dilakukan kamar mayat. Saya tidak ingin menjadi asisten, ya. Tapi aku masih belum menemukan jadwalnya dan ibuku tidak mengizinkannya. dia telah menjelaskan.

Film Pemandi Jenazah akan tayang mulai 22 Februari 2024 di jaringan bioskop di Indonesia. Selain Agnini Haque, pemain lainnya adalah Amara Sofi, Ibrahim Risjad, Riafinola, Ruth Marini, Nelly Sukma, dan Nola B3.

Catat Ramuan Herbal Atasi Perut Kembung dan Panas Dalam

JAKARTA – Hujan yang terus turun di ibu kota dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir berdampak pada kesehatan. Salah satu masalah yang sering dihadapi orang saat kehujanan adalah masalah pencernaan. Seperti halnya udara dingin dan lembap saat hujan, perut terasa kembung saat “disentuh pilek”.

Ada beberapa produk atau bahan alami di masyarakat yang dapat membantu mengatasi masalah gas, salah satunya adalah akar alang-alang. Ahli botani medis, Dr. Senin 12 Februari 2024 di tvOne Hidup Sehat M.Si (Ramuan) Diane Elko Nora menjelaskan, panas dalam yang menimbulkan gas dapat diatasi dengan akar alang-alang.

Hal ini dikarenakan akar alang-alang memiliki sifat antioksidan, antiradang, dan antibakteri yang mampu meredakan sakit maag. Selain gas akibat sakit maag, akar tebu ini juga menyembuhkan diare akibat sakit maag.

“Musim hujan ini panas, ada makanan tidak sehat, panas dan pedas, terjadi diare. “Netralisasi dengan buluh yang panas,” ujarnya.

Akar alang-alang bisa dipadukan dengan daun adas serut, jahe, akar alang-alang, dan bunga lawang, jelas Diane. Diane mengatakan campuran ini menenangkan perut.

“Kalau musim hujan, udaranya dingin, kembung, dan perut mual. Pergerakan usus juga menjadi lebih cepat. Campuran ini memiliki efek menghangatkan sehingga membuat pencernaan lebih nyaman karena jahe mengandung sifat astringen, ujarnya.

Berikut bahan dan cara membuat ramuannya.

Bahan: daun sekang serut, 9 helai jahe tumbuk, 1 helai pandan, 1 helai daun akar adas, 10 helai adas manis, 2 helai adas manis, 5 gelas air.

Metode persiapan: Masukkan semua bahan ke dalam panci, tambahkan air dan rebus hingga mendidih (kurang lebih 15 menit), lalu angkat dan jangan meminum minuman ini lebih dari 24 jam. Campuran ini diukur dalam 3 gelas, yang bisa diminum 3 kali sehari.

Di saat yang sama, Dian mengingatkan agar campuran ini tidak boleh digunakan oleh anak di bawah 12 tahun.

“Diare itu rawan dehidrasi, jadi biasanya anak di bawah umur tidak bisa mengeluh, hanya menangis, jadi kalau diare, anak harus dalam pengawasan dokter. Campuran ini paling baik digunakan pada anak di atas 12 tahun, namun juga diperlukan untuk: Awas, kalau dalam 3 hari tidak ada perubahan sebaiknya konsultasikan ke dokter,” ujarnya. Batu empedu tidak selalu memerlukan pembedahan, dapat digunakan obat herbal, dan jika nyeri tidak kunjung hilang meski sudah minum obat dan istirahat, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Penyebabnya mungkin adalah penyakit penyebab batu empedu. Missskarlet 9 Februari 2024