Heboh! Beredar Daftar Obat Sirup Ditarik dari Pasar, BPOM: Bukan Informasi Resmi

Selamat datang Missskarlet di Website Kami!

Missskarlet – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melarang penjualan sirup kepada anak-anak guna mencegah penyakit ginjal misterius. Bersamaan dengan itu, daftar obat sirup yang ditarik dari pasaran beredar di media sosial. Heboh! Beredar Daftar Obat Sirup Ditarik dari Pasar, BPOM: Bukan Informasi Resmi

Dalam hal ini, Kementerian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas peredaran obat angkat suara.

“Kami sedang menunggu hasil analisis lengkap, pengambilan sampel, dan pengujian obat terhadap sirup yang diberikan,” demikian keterangan tertulis BPOM kepada rombongan pers, Kamis (20/10/2022). BPOM Prediksi 10 Juta Kematian Terjadi di 2050 Akibat Resistensi Antimikroba

Di situs publik terdapat daftar banyak obat yang harus dikeluarkan dari pasaran. Namun BPOM menegaskan, daftar tersebut belum resmi dari mereka. Gambar sirup obat. Tips penggunaan sirup yang aman untuk anak. [tengah]

“Daftar 15 dari 18 produk tersebut bukan merupakan informasi dari BPOM dan bukan merupakan hasil pengujian di BPOM. Kami akan update jika ada informasi terbaru,” tambah BPOM.

Menteri Kesehatan Bodi Gonadi Sadikin juga mengatakan pihaknya telah melarang sementara penggunaan sirup obat, sambil menunggu hasil penyelidikan resmi.

Langkah ini dinilai sebagai cara untuk mencegah dan mengantisipasi peningkatan kasus, karena banyak ditemukan sirup obat yang mengandung bahan kimia tertentu di tubuh pasien muda yang ditangkap karena mengalami gangguan ginjal serius.

Berdasarkan hasil penelitian sementara, ditemukan setidaknya ada 3 bahan kimia di dalam tubuh pasien, yaitu etilen glikol, dietilen glikol, dan glikol eter atau EGBE.

“Kementerian Kesehatan menyelidiki 3 bahan kimia berbahaya (etilen glikol-EG, dietilen glikol-DEG, etilen glikol butil eter-EGBE) terdeteksi pada bayi yang menderita AKI (luka dan kekuatan ginjal),” jelas Menkes. .

Dietilen glikol adalah bahan kimia yang digunakan sebagai gliserin atau bahan lain yang banyak digunakan dalam perawatan dada. Cairan antibeku ini juga biasa digunakan sebagai minyak rem.

Sedangkan etilen glikol merupakan bahan kimia yang tidak berwarna dan tidak berbau, serta bila tertelan mempunyai efek yang sangat toksik.

Jadi glikol eter adalah cairan bening yang mudah terbakar dengan sedikit bau. Sama seperti etilen dan dietilen, bahan kimia ini juga berfungsi sebagai cairan dalam air, dapat dikombinasikan dengan minyak dan koil, dan sering digunakan sebagai tinta, cat, atau pembersih untuk dipakai.

“Banyak jenis obat sirup yang digunakan oleh pasien bayi penderita AKI (kami ambil dari rumah pasien) terbukti mengandung EG, DEG, EGBE, yang seharusnya tidak ada atau kadarnya sangat sedikit dari obat sirup ini,” jelasnya. Menteri menyimpulkan. kesehatan fisik. Heboh! Beredar Daftar Obat Sirup Ditarik dari Pasar, BPOM: Bukan Informasi Resmi

Sementara Kementerian Kesehatan melaporkan kasus gagal ginjal misterius yang muncul di Indonesia dalam dua bulan terakhir, melibatkan anak usia enam hingga 18 bulan.

Sejauh ini, telah dilaporkan 206 kasus gagal ginjal akut, 99 di antaranya meninggal dan sebagian besar berusia antara satu hingga lima tahun.